Ide dan Inovasi Ramah Lingkungan dan Ramah Manusia

Sekam Padi Sebagai Bahan Pengganti Styrifoam

sekam-padi-styrofoam-ramah-lingkungan

Penggunaan styrifoam sangatlah tidak baik untuk lingkungan. Oleh karena itu sekam padi bisa dijadikan sebagai bahan isolator panas yang baik. Sekam padi ini mengandung bahan bioorganik yang bisa mengurangi kerusakan lingkungan.

Jumlah produksi sekam padi di Indonesia terbilang sangat besar, terutama saat panen raya tiba. Di pulau Jawa, setiap tahunnya menghasilkan 7 ton sekam padi. Tidak semua sekam padi tersebut dibuang begitu saja. Ada yang menggunakan sekam bakar atau abu sekam sebagai bahan pengganti tanah untuk tanaman atau sebagai bahan kompos olahan. Ada yang memanfaatkan sebagai bahan campuran pakan ternak. Namun sejak lama sebagian masyarakat Indonesia dipakai sebagai bahan untuk melindungi es batu agar tak mudah mencair.

Arif Rahmatullah, mahasiswa ITS jurusan Teknik Kimia angkatan 2009, mendapatkan bahwa sekam padi mempunyai nilai konduktivitas yang baik, hampir sama dengan styrofoam. “Artinya, sekam padi dapan menjadi isolator panas layaknya styrofoam,” kata Arif sebagaimana dilansir oleh laman resmi ITS. Untuk membuktikan idenya ini, Arif dibantu oleh empat rekannya, Muhammad Fahmi, Angga Pradikta, Muhammad Maktum Muharja, dan Dita Ahmeta.

Selama ini styrofoam dikenal sebagai bahan yang sulit terurai di bumi sehingga limbahnya sangat membahayakan lingkungan. Keunggulan isolator bahan yang terbuat dari sekam padi, menurut Arif, bisa menjadi bahan alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memanfaatkan limbah pertanian lokal.

Secara ringkas Arif memaparkan cara pembuatan isolator panas pengganti styrofoam. Langkah pertama, mencampur sekam padi dengan dedak padi dan kedelai. Kemudian bahan-bahan tersebut direndam beberapa hari. Selanjutnya rendaman tersebut dikukus dan didinginkan. Untuk proses akhir, bahan yang sudah dingin dibubuhi ragi tempe dan dicetak sesuai bentuk yang diinginkan.

Usaha Arif dan teamnya tidak sia-sia. Mereka berhasil membuat bahan isolator panas, semacam styrofoam, yang terbuat dari sekam padi. Bahkan karya mereka menjadi salah satu dari 12 besar finalis kompetisi Internasional Bayer Young Enviromental Envoy (BYEE) 2012 yang diadakah di Leverkusen, Jerman. Yang membanggakan inilah kali pertama ITS menempatkan satu wakilnya di final ajang bergengsi ini. Semoga berjaya.

Advanced Crutches Kruk Ergonomis

advanced-crutches-kruk-ergonomis

Kruk atau tongkat penyangga kaki bagi penderita kecelakaan atau penyandang cacat sepertinya luput dari pengembangan produk. Terima kasih pada Arman Kirim yang memikirkan desain kruk yang memenuhi aspek ergonomis.

Desain kruk atau tongkat penyangga kaki bagi penderita kecelakaan atau penyandang cacat seolah tak pernah berubah. Bentuk yang kebanyakan dikenal begitu sederhana dan taken for granted. Padahal mereka yang menggunakannya membutuhkan sesuatu yang lebih baik, yang lebih memenuhi aspek ergonomi.

Kruk Advanced Cruthced dari Arman Kirim ini didesain untuk memperkaya fungsi dan memenuhi aspek ergonomi pemakainya. Bagian penunjang lengan dapat disesuai. Pegangan terbuat dari bahan silikon.

Bagian tumpuan dibuat dari karet yang menahan pemakai dari resiko tergelincir. Semuanya membuat kurk ini bukan hanya tampak canggih namun melindungi pemakai dari penderitaan yang berkelanjutan.

Ide ini membuka cakrawala bahwa masih banyak hal yang bisa diperbuat untuk memperbaiki desain peralatan untuk para penderita kecelakaan dan penyandang cacat.

caribbeanconnection2002