Inovasi Permen Buah Alpukat dan Toilet Hemat Air

Permen Buah Alpokat Untuk Antioksidan

permen-buah-alpokat-untuk-antioksidan-1Tidak hanya dapat dijadikan bahan makanan ataupun minuman, tetapi Niken serta Iwan dari Universitas Negeri Yogyakarta telah berhasil menjadikan buah alpukat menjadi permen yang bisa berfungsi sebagai salah satu antioksidan.

Buah alpokat, pada umumnya, dikonsumsi sebagai bahan makanan atau minuman. Atau ada juga yang menggunakannya sebagai bahan untuk kosmetik. Kandungan dalam buah alpokat yang kaya manfaat menarik perhatian Fransiscus Iwan Susilo dan Niken Istikhari Muslihah. Keduanya adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta.

Mereka lalu meneliti dan menemukan bahwa dalam buah alpokat terdapat vitamin E dan A dalam jumlah besar. Juga mengandung flavonoid dan tanin yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, sekaligus bertindak sebagai penetralisir radikal bebas dan mengurangi kerusakan sel dalam tubuh.

Alpokat, menurut Niken, “Fungsinya tidak sekadar sebagai pengenyang perut karena kandungan lemak tak jenuhnya, tetapi juga sebagai antioksidan yang baik.” Penelitian tersebut mereka tuangkan dalam karya berjudul “Ekstrak Etanol Buah Alpukat (Persea Americana Mill) sebagai Bahan Dasar”.

Untuk membuat ekstrak etanol buah alpokat, Iwan menjelaskan, dibutuhkan buah alpokat sebanyak 500 gram. Kemudian buah alpokat diblender, ditambah 1 liter etatol dan diaduk hingga homogen. Campuran buah alpokat dan etanol didiamkan selama empat hari untuk kemudian diambil filtratnya. Filtrat tersebut didiamkan selama satu hari. Kemudian pelarutnya diuapkan menggunakan vacuum rotary evaporator. Kadar antioksidan yang didapat berkisar antara 8,6 – 14,13 persen tergantung pada konsentrasi ekstraknya.

Untuk membuat permen bebahan ekstrak etanol buah alpokat, Niken menjelaskan, memasak 200 ml ekstrak tersebut hingga mendidih. Untuk menghilangkan etanol yang tertinggal, ditambahkan 50 ml air. Kemudian ditambahkan 100 gram gula dan 0,75 gram glukosa dan diaduk hingga mengental. Selanjutnya ditambah lima tetes essence. Adonan siap dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Kini permen alpokat yang bermanfaat sebagai antioksidan siap dikonsumsi.

Toilet Hemat Air Eco Bath System

toliet hemat air eco bath system

Pernahkah kita menyadari berapa banyak air yang telah kita gunakan untuk menyiram toilet? Dan tahukah bahwa yang kita gunakan untuk menyiram toilet tersebut merupakan air bersih? Dengan menggunakan sistem Eco Bath System, maka kita membantu lingkungan karena air yang digunakan untuk menyiram merupakan air buangan dari toilet.

Tentu kita sepakat bahwa air yang digunakan untuk memflush atau menyiram toilet tidak harus sebersih air untuk mencuci tangan di wastafel. Bila perlu, air untuk menyiram toilet adalah air sisa buangan wastafel. Bahkan tak ada salahnya menggunakan air sisa cuci piring untuk menyiram toilet. Namun bagaimana caranya?

Jang Wooseok, seorang industrial designer dari Korea Utara, merancang sebuah toilet yang diberi nama Eco Bath System yang dapat memanfaatkan air sisa wastafel untuk menyiram toilet. Pertanyaannya, bagaimana jika kebutuhan air untuk toilet lebih banyak dibanding air sisa wastafel? Jawabnya adalah toilet ini mempunyai dua buah tangki. Satu tangki untuk menampung air sisa wastafel. Tangki yang lain untuk menampung air bersih.

Di tangki tersebut terpasang lampu LED. Bila tangki penampung air sisa wastafel penuh, maka LED berwarna hijau akan menyala memberitahu anda untuk menyiram toilet menggunakan air sisa wastafel. Sebaliknya LED berwarna merah akan menyala bila tangki tersebut belum penuh terisi, sehingga anda harus menggunakan tangki penampung air keran.
Ide yang menarik dan penting untuk menyadarkan kita bahwa inovasi di bidang pelestarian lingkungan tak pernah berhenti.

caribbeanconnection2002