Kunci Keberhasilan dan Kiat Sukses Waroeng Lian

“Menjaga kualitas makanan dan bersikap ramah kepada semua pengunjung adalah kiat kami menjalankan bisnis makanan ini,” terang Lian mengenai kiatnya menjalankan bisnisnya.

Saat ini untuk menjalankan usaha dua warungnya Lian dibantu oleh lima orang juru masak yang sudah dididiknya dengan sangat baik dan sepuluh orang karyawan. Selain itu, dua orang anaknya Nike dan Niko juga ikut terlibat langsung membantu pengelolaan warung. Setiap hari warung “Lian” buka mulai jam 06.00 pagi sampai jam 17.00 sore. Dalam sehari, warung “Lian” bisa menghabiskan beras sebanyak 1 sampai 1.5 kwintal; 40 kg gula, 4 peti telur, dan lain-lain. Semua bahan-bahan tersebut dipasok oleh mitra kerjanya, kecuali sayur dan ikan segar yang ia beli langsung di pasar.

Dengan strategi selalu menjaga kualitas masakan dan berusaha memuaskan setiap pelanggan, Sunarlian yang dibantu oleh suami dan dua orang anaknya ini terus berusaha mengelola bisnis warungnya dengan baik. Masukan dan kritik dari pelanggan diterima dengan baik. Lian berharap bisnis warung yang dikelolanya bisa berkembang lebih besar lagi di masa mendatang.

Semoga perjalanan dan kegigihan Sunarlian dan Bambang Suryantoro dengan warung “Lian”-nya bisa menggugah dan menginspirasi anda.

8 Kiat Sukses Berwirausaha Waroeng “Lian”

Sunarlian dan suaminya, Bambang Suryantoro, membagikan kiat keberhasilan mereka mengembangkan usaha rumah makan prasmanan Waroeng “LIAN”:

Kerja keras. Sebuah keberhasilan mustahil diraih tanpa kemauan kuat dan kerja keras. Di awal-awal menjalankan usaha nasi pecelnya, mulai jam 3 pagi, Lian sudah harus mulai belanja, memasak, lalu berjualan. Seusai berjualan, ia masih harus menyiapkan segala sesuatu untuk esok hari. Semuanya baru benar-benar bisa rampung menjelang tengah malam. “Saya sempat iri pada istri-istri orang lain. Mereka bisa tidur nyenyak setiap hari bersama keluarganya, sementara saya sudah harus bangun dan bekerja, apalagi waktu itu anak-anak masih kecil,” terang Lian sambil menerawang jauh. Namun semua itu bisa diatasi dengan satu keyakinan bahwa suatu ketika dia pasti akan menikmati hasil dari kerja kerasnya.

Disiplin tinggi. Apa jadinya bila seorang pengusaha warung tidak memiliki sikap disiplin yang baik. Misalnya jam buka warung tidak menentu kadang pagi, kadang siang, atau malam, tentu saja dalam waktu singkat dia akan ditinggalkan pelanggan yang kecewa. Lian sadar betul tentang pentingnya arti disiplin ini. Oleh karena itu agar pelanggannya tidak kecewa dia selalu tepat waktu untuk mulai buka warung jam 6 pagi. Satu bentuk sikap disiplin yang sudah dijalani Lian sejak dua puluh tahun silam.

Terus menjaga kualitas. Hal ini dilakukan dengan selalu mengawasi bahan dan bumbu-bumbu yang digunakan, termasuk proses mengolah masakan. Semua harus sesuai dengan resepnya. Meski harga bahan-bahan di pasar mengalami kenaikan, Lian tidak pernah mau mengurangi bahan atau bumbu masakan demi menjaga kualitas masakan. Sebagai upaya untuk menjaga kualitas, Lian mendidik pegawainya agar menjadi juru masak trampil. Untuk itu, mereka pun digaji besar agar loyal.
Melayani pembeli dengan senyuman. Seorang penjual yang baik harus pintar mengambil hati pembeli agar mau membeli dagangannya. Caranya adalah melayani pembeli dengan senyuman ramah dan pelayanan sepenuh hati. Bila pembeli sudah diperlakukan dengan baik, mereka pasti akan terkesan dan puas yang pada akhirnya akan kembali lagi di lain waktu.

Terus belajar mengembangkan diri. Walaupun warung “Lian” kini maju, bukan berarti Sunarlian dan Bambang sudah cukup berpuas diri. Mereka merasa masih belum sempurna dan perlu belajar agar bisa berkembang lebih baik lagi. Untuk itu mereka membeli banyak buku resep masakan dan berkunjung ke warung, rumah makan, atau restoran lain untuk sekedar makan malam berdua sekaligus belajar. Sebaliknya, Lian dan Bambang tak berberat hati berbagi pengalaman bila ada pengusaha rumah makan lain yang ingin belajar dan berdiskusi seputar bisnis warung makanan.

Siap menerima kritik dan masukan dari pelanggan. Kritik adalah bagian dari kepedulian pelanggan terhadap kekurangan yang mereka rasakan. Atas setiap kritik, Lian menerima dengan lapang dada dan memberikan penjelasan pada apa yang dikeluhkan pelanggan.

Manajemen yang baik. Sebuah kegiatan usaha warung makan akan bisa berjalan baik jika didukung dengan manajemen yang baik. Adanya satu sistim pencatatan yang baik tentang pengeluaran dan pendapatan warung setiap hari akan memudahkan pemilik untuk mengetahui kondisi perkembangan warungnya dalam keadaan untung atau rugi.

Jangan lupa berdoa. Sekeras apapun usaha kita bila belum dikehendaki oleh Tuhan, maka kita belum bisa mereguk sukses. “Saya selalu berdo’a sepanjang malam kepada Tuhan,” begitu terang Lian. “Dan bila apa yang kita inginkan sudah dikabulkan oleh Tuhan, jangan lupa untuk bersyukur,” Imbuhnya. Salah satu kebiasaan di warung “Lian” adalah tidak pernah menyimpan masakan. Sisa makanan dalam suatu hari bebas dibawa pulang oleh pegawainya. Sebagian dijadikan nasi bungkus untuk dibagi-bagikan kepada tukang becak, pengamen, dan tuna wisma yang mangkal di sekitar lokasi usaha.

caribbeanconnection2002

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *